• Emailtemu@pjk-umsu.ac.id
  • AddressJl. Ampera Raya Gedung G Lt. 1 Medan - Kampus Utama UMSU
  • Open Hours9.00 - 16.00
  • Emailtemu@pjk-umsu.ac.id
  • AddressJl. Ampera Raya Gedung G Lt. 1 Medan - Kampus Utama UMSU
  • Open Hours9.00 - 16.00

Raihani Fadila dan Rahasia di Balik Mie Well yang Dililit Satu Per Satu

Binjai – Di era serba otomatis dan cepat, Raihani Fadila justru memilih cara yang paling lambat dan melelahkan: melilit dan mengikat mie satu per satu secara manual. Kenapa? “Karena justru di situlah keunikan kami,” jawabnya dengan yakin. 

Bayangkan kamu harus melilit dan mengikat ratusan mie dalam sehari satu per satu, tanpa mesin, hanya dengan tangan. Prosesnya makan waktu, tenaga terkuras, dan kalau dikerjakan sendiri bisa bikin frustasi. Tapi buat Raihani dan tim PRILATD STAND, justru di situlah kekuatan mereka. 

“Proses ini cukup sulit jika dikerjakan sendiri dan memakan waktu, tapi justru jadi ciri khas kami,” jelas alumni Manajemen Bisnis Syariah UMSU ini. Hasilnya adalah Mie Well—camilan gurih pedas yang mirip basreng tapi dibuat dari racikan sendiri dengan tekstur yang beda dari produk sejenis di pasaran. 

Kenapa kompetitor susah meniru? Karena prosesnya tidak bisa diinstan. Butuh kesabaran, ketelitian, dan konsistensi. Dan itulah yang membuat Mie Well punya value yang sulit ditandingi. 

Tapi Raihani dan timnya tidak berhenti di Mie Well. Mereka juga menciptakan Gabin Isi konsep roti kering petak yang diberi isian sayur mayo dan daging, lalu digoreng hingga renyah. Hasilnya seperti burger mini yang unik dan enak. 

Menu ketiga adalah Telang Lemonade, minuman dari bunga telang yang direbus, dicampur biji selasih dan perasan lemon. Selain segar, minuman ini juga dipercaya membantu menekan gula darah. Tiga menu dengan konsep berbeda, tapi satu benang merah: keunikan yang sulit ditemukan di tempat lain. 

PRILATD STAND dimulai dengan modal sekitar Rp 7 juta dari program Wirausaha Merdeka. Angka yang cukup terjangkau, tapi bukan itu yang bikin mereka bertahan. “Modal besar bukan penentu sukses yang penting adalah keberanian, konsistensi, dan kemauan untuk belajar,” tegas Raihani. 

Tantangan terbesar mereka justru datang setelah produk jadi, bagaimana memasarkan produk yang belum dikenal sampai akhirnya menemukan solusi sederhana tapi efektif konsisten promosi yaitu di media sosial, aktif menawarkan langsung ke calon customer, dan yang paling penting percaya pada kualitas produk sendiri. 

“Kami percaya diri karena tahu kualitas produk kami memang layak dibanggakan,” ujarnya. Strategi ini berhasil. Perlahan tapi pasti, PRILATD STAND mulai dikenal dan punya pelanggan tetap. 

Turning point-nya datang saat mereka mengikuti Demoday. “Kami merasa bangga karena benar-benar tampil sebagai calon wirausaha muda yang berani menunjukkan ide dan produk kami,” kenang Raihani. Bukan hanya soal prestasi, tapi juga soal validasi bahwa apa yang mereka kerjakan itu berharga. 

Di Demoday, mereka tidak hanya dapat penghasilan dari penjualan, tapi juga relasi baru yang membuka peluang pengembangan usaha lebih lanjut. Dan yang paling berharga: pengalaman menjalankan ini bersama tim yang suportif dan kompak. 

Raihani sangat mengakui peran UMSU dalam perjalanan wirausaha mereka. Mata kuliah kewirausahaan dan manajemen bisnis memberi mereka fondasi mulai dari merancang ide usaha, menghitung biaya produksi, hingga strategi pemasaran. 

“Dosen-dosen yang membimbing kami juga memberi banyak arahan praktis dan motivasi agar berani memulai usaha sendiri,” katanya. Teori yang dulu terasa abstrak di kelas, kini menjadi nyata dalam setiap keputusan bisnis yang mereka ambil. 

Dari perjalanan membangun PRILATD STAND, Raihani belajar satu hal penting: proses tidak pernah mengkhianati hasil. “Konsistensi, kerja sama tim, dan keberanian untuk memulai jauh lebih penting daripada menunggu segala sesuatu sempurna.”

Buat mahasiswa yang masih ragu memulai usaha, pesannya sangat jelas “Jangan tunggu semuanya siap. Setiap wirausaha hebat dulunya juga penuh keraguan, tapi mereka memilih melangkah meski belum sempurna. Kampus sudah membekali kamu dengan ilmu, lingkungan mendukung, dan peluang ada di mana-mana. Yang perlu kamu lakukan hanyalah percaya pada proses dan berani mencoba.” 

Ada satu hal yang membuat PRILATD STAND berbeda dari usaha kuliner lainnya. Bukan hanya soal produk yang unik, tapi juga filosofi mereka dalam melayani pelanggan “Pelanggan itu bukan robot mereka manusia yang harus kita hargai, layani dengan tulus, dan dimengerti.” 

Filosofi sederhana ini yang membuat bisnis mereka tidak hanya soal transaksi, tapi juga tentang membangun hubungan baik dengan setiap pelanggan yang datang. 

Penasaran Sama Rasanya? Kalau kamu penasaran gimana rasanya camilan yang dibuat dengan proses selama itu, langsung aja datang ke PRILATD STAND di Jl. Beringin Lk 1, Kel. Jati Utomo, Binjai Utara. Tempatnya buka setiap hari dari jam 10 pagi sampai 5 sore, dan harganya cuma Rp 5.000–Rp 10.000 sangat ramah kantong mahasiswa. 

Yang wajib dicoba tentunya Mie Well yang legendaris itu, Gabin Isi yang unik kayak burger mini, dan Telang Lemonade yang segar. Oh iya, kalau kamu pembaca majalah alumni UMSU, jangan lupa manfaatkan diskon 10% untuk semua menu. Lumayan kan buat nambah porsi? 

Kamu bisa pesan langsung via WhatsApp di 085763775313 atau stalk dulu Instagram mereka @prilatd_stand23 buat lihat produk dan testimoni dari pelanggan yang udah cobain. Siapa tahu setelah baca artikel ini, kamu jadi pelanggan setia berikutnya. 

Raihani dan timnya membuktikan bahwa di balik proses yang sulit dan melelahkan, ada keunikan yang justru jadi kekuatan. Kadang, cara yang paling lambat justru yang paling berkesan baik untuk produk maupun untuk perjalanan membangun usaha itu sendiri. 

Oleh: Fizna Adn