• Emailtemu@pjk-umsu.ac.id
  • AddressJl. Ampera Raya Gedung G Lt. 1 Medan - Kampus Utama UMSU
  • Open Hours9.00 - 16.00
  • Emailtemu@pjk-umsu.ac.id
  • AddressJl. Ampera Raya Gedung G Lt. 1 Medan - Kampus Utama UMSU
  • Open Hours9.00 - 16.00

UMSU Jadi Lokasi Peresmian SPPG Muhammadiyah Tahap 3 Nasional

Medan — Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) kembali menjadi bagian dari agenda strategis nasional. Pada Senin (16/2), Muhammadiyah meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Program Makan Bergizi Muhammadiyah (MBM) tahap 3 nasional yang berlokasi di Kampus Terpadu UMSU, Jalan Dwikora, Pasar VI, Desa Saentis, Kabupaten Deli Serdang.
Peresmian ini dilakukan langsung oleh Sekretaris Umum PP Muhammadiyah sekaligus Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Abdul Mu’ti, bersama Wakil Kepala Badan Gizi Nasional RI Sony Sonjaya, Wakil Gubernur Sumatera Utara Surya, Ketua Koordinator Nasional MBM M. Nurul Yamin, serta Rektor UMSU Agussani.
Kegiatan peresmian ditandai dengan pemukulan alat musik tradisional tagading sebagai simbol dimulainya operasional SPPG MBM tahap 3 nasional di lingkungan kampus Muhammadiyah.
Dalam sambutannya, Abdul Mu’ti menegaskan pentingnya membangun generasi yang kuat secara fisik maupun mental. Ia mengutip nilai Islam yang menekankan keutamaan manusia beriman yang sehat dan berdaya.
“Orang mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada orang mukmin yang lemah. Generasi kuat yang dimaksud adalah mereka yang memiliki kecerdasan, wawasan luas, dan jasmani yang sehat,” ujarnya.
Ia juga menegaskan dukungan penuh Muhammadiyah terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai bagian dari upaya strategis negara dalam menyiapkan generasi masa depan yang lebih berkualitas.
Dari sisi implementasi lapangan, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional RI, Sony Sonjaya, menyampaikan apresiasi terhadap kesiapan UMSU. Menurutnya, fasilitas SPPG di kampus ini tidak hanya siap secara fisik, tetapi juga didukung ekosistem yang lengkap.
“Saya kagum dengan kesiapan infrastruktur di UMSU. SPPG-nya sudah ada yang beroperasi, ada yang sedang dibangun, dan rantai pasoknya juga sudah tersedia,” ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa keberadaan SPPG di UMSU telah memberikan dampak nyata bagi masyarakat sekitar, baik dalam pemenuhan gizi maupun penciptaan lapangan kerja.
Dukungan pemerintah daerah juga semakin menguatkan posisi program ini sebagai investasi jangka panjang. Wakil Gubernur Sumatera Utara, Surya, menegaskan bahwa pemenuhan gizi bukan sekadar program seremonial.
“Ini bukan hanya meresmikan bangunan, tetapi gerakan nyata untuk memastikan anak-anak dan ibu hamil mendapatkan asupan gizi terbaik,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Koordinator Nasional MBM, M. Nurul Yamin, memaparkan capaian program secara nasional. Hingga saat ini Muhammadiyah telah meluncurkan ratusan SPPG di berbagai daerah dengan dampak sosial yang luas.
“Program ini sudah menjangkau sekitar 270 ribu penerima manfaat dan melibatkan 5.591 tenaga kerja, yang mayoritas berasal dari kelompok masyarakat kurang mampu,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa tata kelola MBM dijalankan dengan prinsip zero accident, profesional, dan amanah sebagai bentuk tanggung jawab institusional Muhammadiyah.
Dari sisi kampus, Rektor UMSU Agussani menyampaikan bahwa keberadaan SPPG di kampus terpadu merupakan bagian dari komitmen jangka panjang UMSU dalam mendukung program strategis Muhammadiyah dan negara. Ia juga menjelaskan bahwa kawasan ini tengah dipersiapkan sebagai lokasi Muktamar Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah 2027, dengan pembangunan infrastruktur yang terus berjalan.
Lebih dari sekadar lokasi peresmian, UMSU melalui peran aktifnya dalam pengelolaan SPPG menunjukkan bagaimana perguruan tinggi dapat berkontribusi langsung terhadap isu-isu fundamental bangsa: kesehatan, gizi, dan kesejahteraan masyarakat.

Bagi CDAC UMSU, kehadiran SPPG dan program MBM juga menjadi konteks penting dalam penguatan ekosistem kampus. Program ini membuka ruang pembelajaran nyata mengenai kolaborasi, pengabdian, serta peran lulusan dalam pembangunan sosial—nilai yang sejalan dengan misi pengembangan karier dan kesiapan kerja mahasiswa.
Melalui sinergi antara Muhammadiyah, pemerintah, dan perguruan tinggi, peresmian SPPG tahap 3 nasional di UMSU menegaskan satu pesan penting: membangun bangsa tidak selalu dimulai dari ruang kelas, tetapi dari kepedulian terhadap kebutuhan paling dasar manusia—yaitu pemenuhan gizi yang layak demi masa depan.