CDAC UMSU DAN AL-ISLAM KEMUHAMAMDIYAHAN (AIK)
(Perannya dalam Menyiapkan Karier Mahasiswa; Part I)
Oleh: Faisal Amri Al Azhari, S.Th.I., M.Ag
(Kepala Urusan Bimbingan Karir CDAC UMSU)
CDAC UMSU yang bagian dari lembaga di PTMA sangat berperan dalam kelangsungan dan kemajuan bidang akademik sekaligus jembatan dalam profesi dan bidang industri. Secara umum yang paling fokus untuk mempersiapkan jejang karier mahasiswa adalah pusat lembaga seperti ini.
Sebagaimana mempersiapkan masa depan Perguruan Tinggi selaras dengan tujuan Risalah Islam Berkemajuan dalam Putusan Muhammadiyah untuk memaksimalkan dan proyeksi masa depan. Mempersiapkan masa depan kehidupan yang lebih baik harus dilakukan dengan mempersiapkan generasi yang akan datang dengan wawasan, moral, ilmu pengetahuan, teknologi dan keterampilan hidup yang baik agar mampu menghadapi tantangan pada zamannya. Ilmu pengetahuan dewasa ini semakin menentukan kehidupan manusia dengan berbagai terobosan yang ditemukan. Perkembangan kontemporer menyadarkan betapa teknologi komunikasi digital telah berkembang jauh lebih cepat dari yang diperkirakan sebelumnya. Revolusi teknologi harus dimanfaatkan sebagai instrumen bagi peningkatan dan pemerataan kesejahteraan manusia (Pimpinan Pusat Muhammadiyah, 2023).
Islam adalah Agama yang memerhatikan kenyataan manusia yang terdiri atas unsur jasmani dan rohani, makhluk individu dan makhluk sosial. Manusia hidup di dunia memerlukan hal-hal duniawi, dan hidup di akhirat memerlukan hal-hal ukhrawi dengan beramal duniawi (Haedar Nashir [ed.], 2017).
Beramal dunia adalah jelas untuk mempersiapkan masa depan merupakan bagian penting dari kewajiban keagamaan. Islam mengajarkan bahwa kehidupan di dunia ini adalah ladang untuk beramal yang buahnya dapat dirasakan mungkin di dunia ini atau di akhirat nanti. Islam mengecam mereka yang hanya berpikir jangka pendek dan melupakan jangka panjang (PP Muhammadiyah, 2023).
Islam adalah tata aturan yang meliputi segala bidang kan dan segi kehidupan secara menyeluruh. Islam adalah meliputi akidah, ibadah, akhlak, keadilan, budaya, deseni, ilmu pengetahuan, cinta, hukum, kekuatan, kerja, kekayaan, politik, sosial, ekonomi, juga dakwah, jihad dan pemikiran. Termasuk memahami adalah mengerti dan menyadari, bahwa Al-Qur’an dan Sunnah adalah rujukan setiap Muslim untuk mengetahui hukum Islam. Meningkatkan mutu etos kerja di kalangan kita, sambil berusaha memajukan pembangunan, peru-sahaan, perindustrian, pertanian dan lain-lain. Membimbing masyarakat ke arah perbaikan kehidupan dan penghidupan ekonomi sesuai dengan ajaran Islam dalam rangka pembangunan manusia seutuhnya (Haedar, 2017).
Atas dasar inilah kekuatan pendidikan bagi mahasiswa tidak hanya sebatas di kelas dan teori tetapi dibantu peran oleh lembaga atau pusat karier seperti CDAC UMSU memfasilatasi kesiapan mahasiswa sudah memulai mengambil tindakan untuk masa depannya.
Pembelajaran demi pembelajaran dikuasainya untuk mengasah bekal itu. Pembelajaran yang menitiberatkan kompetensi masing-masing peserta didik diharapkan dapat melahirkan multidisiplin ilmu. Pada hakikatnya, tidak ada sebuah ilmu yang mampu berdiri sendiri, semua ilmu pasti bersifat interdisipliner. Bertemunya antardisiplin ilmu ini membutuhkan pemikiran yang disertai hati suci. Begitulah salahsatu contoh pemikiran KH Ahmad Dahlan dalam mengembangkan Organisasinya khususnya di lembaga pendidikan terlebih-lebih Perguruan Tinggi. Aspek multidisiplin dalam ilmu sesungguhnya juga bentuk pengejawantahan surah Ali Imran ayat 190-191 (Majelis Dikti Litbang PP Muhammadiyah, 2019).
Saat era teknologi informasi dan teknologi komunikasi yang semakin canggih, kedudukan mahasiswa bukan lagi sebagai peserta didik, melainkan sebagai subyek didik, aktor dan mitra dosen. Kejayaan suatu lembaga pendidikan sangat ditentukan oleh kualitas mahasiswanya. Oleh karena itu, penting bagi dosen untuk memberikan peran yang besar dan strategis kepada mahasiswa dalam proses pendidikan (Majelis Dikti PP Muhammadiyah, 2013).
Berdasarkan Visi UMSU yaitu enjadi Perguruan Tinggi yang unggul dalam membangun peradaban bangsa dengan mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi dan Sumber Daya manusia berdasarkan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan. Lalu Misi; (1) Menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran berdasarkan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan. (2) Menyelenggarakan penelitian, pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi berdasarkan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan. (3) Melakukan pengabdian kepada masyarakat melalui pemberdayaan dan pengembangan kehidupan masyarakat berdasarkan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (Statuta UMSU, 2013).
Dalam Islam terdapat beberapa konsep seperti syariah, akhlak, dan adab. Konsep-konsep tersebut memiliki makna sepadan dan ekuivalen dengan gagasan tentang nilai, etika, dan moral (Majelis Dikti Litbang, 2019). Inilah salah satu alasan penulis mengkaji peran CDAC UMSU tidak hanya berusaha memfasilitasi mahasiswa untuk menyiapkan kariernya secara konseptual tetapi juga secara moral dan spiritual. Menanamkan nilai-nilai Al-Islam Kemuhammadiyahan (AIK) sebagai ruhnya kemajuan Perguruan Tinggi Muhammadiyah. Berbagai kegiatan dan program yang dijalankan oleh CDAC UMSU tidak hanya program rutinitas tetapi juga berkolaborasi khususnya dengan lembaga resmi AIK yaitu Badan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (BIM) UMSU.
Contohnya berkolaborasi CDAC UMSU menyampaikan satu materi tentang perencanaan karier sejak awal mahasiswa baru masuk saat kegiatan wajib yaitu Baitul Arqam Mahasiswa. Sehingga muatan materi tidak hanya disuguhkan kepada mahasiswa dengan praktek keagamaan dalam suasana perkaderan tetapi juga diberi bekal tentang perencanaan karier sejak dini. Begitu juga kegiatan dan program CDAC lainnya yang berperan besar dalam menumbuhkan kesadaran persiapan karier dengan tetap menyuarakan nilai-nilai AIK. Tidak hanya muatan materi bahkan tim CDAC yang menyampaikan materi langsung membuat praktek memberikan pertanyaan kepada mahasiswa di BAM layaknya Perusahaan merekrut pegawai tahu staff. Sehingga dalam ini membuktikan bahwa CDAC UMSU menanamkan nilai Al-Islam Kemuhammadiyahan dengan sifat mahasiswa disadarkan bertanggung jawab dan disiplin dalam menatap masa depan karier mereka. Meskipun untuk tahun ajaran 2025-2026 ini CDAC UMSU ada perubahan kebijakan tidak mengisi materi perencanaan karier mahasiswa di BAM tetapi dilakukan dalam kegiatan Festival Karier ke semua Fakultas dan Jurusan.
Dalam buku Adab Mahasiswa yang disusun oleh Majelis Dikti Litbang PP Muhammadiyah dijelaskan bahwa sebagaimana kita ketahui, semua perbuatan kita akan pertanggungjawabkan di hadapan Allah Swt. Oleh karena itu, harus kita tanamkan dalam jiwa kita sifat bertanggungjawab, terutama terhadap Allah Swt. Sebab, pendengaran, penglihatan dan hati kita akan dimintai pertanggungjawabannya. Seorang mahasiswa harus bertanggungjawab atas tugas yang diberikan dosen atau amanat organisasi. Allah berfirman dalam Al-Quran: “Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya. pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungjawabannya. (QS Al-Isra’ [17]: 36). Disiplin ialah taat dan patuh kepada peraturan yang telah ditetapkan, baik mengenai waktu, cara bekerja, maupun cara berpakaian dan sebagainya (Majelis Dikti, 2022). Selain sifat Tanggung Jawab dan Disiplin. Maka sifat Sabar, Tangguh dan Kerja Keras juga ditekankan kepada mahasiswa saat menerima sesi materi Adab Mahasiswa di Baitul Arqam mahasiswa ini.
Sehingga bisa disimpulkan bahwa sebagai mahasiswa baru sejak awal sudah ditanamkan jiwa softskill-nya untuk bertanggungjawab masa depannya dan bekerja keras, yang ini jelas bagian dari nilai Al-Islam Kemuhammadiyahan. Hal inilah sehingga disimpulkan bahwa peran CDAC UMSU dalam mengaplikasikan nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan secara profesional dan proposional dalam persiapan karier mahasiswa.
Referensi:
– Haedar Nashir (Ed.). (2017). Akhlak Pemimpin Muhammadiyah. Cet. 6. Yogyakarta: Suara Muhammadiyah.
– Majelis Dikti Litbang PP Muhammadiyah. Pedoman Pendidikan AIK PTMA. (2013). Yogyakarta:Majelis Dikti dan PP Muhammadiyah.
– ———–. (2019). Jejak-jejak Filsafat Pendidikan Muhammadiyah: Membangun Basis Etis Filosofis bagi Pendidikan. Cet. 1. Yogyakarta: Suara Muhammadiyah.
– ———–. (2019). Jejak-jejak Filsafat Pendidikan Muhammadiyah: Menggagas Paradigman Pendidikan Muhammadiyah. Cet. 1. Yogyakarta: Suara Muhammadiyah.
– ———–. (2022). Adab Mahasiswa Di Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah. Cet. 5. Yogyakarta:Majelis Dikti dan PP Muhammadiyah..
– Pimpinan Pusat Muhammadiyah. (2023). Risalah Islam Berkemajuan, Yogyakarta: Gramasurya.
– Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara. (2013). Statuta UMSU. Medan.
