KEMBALI UNTUK BERKONTRIBUSI
“Kisah Muhammad Sadam Andika, Alumni yang Mengabdi di Almamater”
Tidak semua alumni memilih untuk kembali ke kampus dan memberikan sumbangsih berarti pada institusi yang telah mendidik mereka. Namun, bagi Muhammad Sadam Andika, alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis Prodi Manajemen UMSU angkatan 2023, kembali ke UMSU bukanlah sekadar nostalgia, melainkan panggilan untuk berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan pelayanan kepada masyarakat.
Sadam, alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis Prodi Manajemen UMSU angkatan 2023, memulai perjalanan karirnya jauh dari almamater. Setelah mengantongi ijazah, ia mengawali petualangan profesionalnya di Rumah Sakit Putri Hijau milik TNI AD, mengasah kemampuan manajemen dan organisasinya di lingkungan yang sama sekali berbeda dari dunia kampus.
Pengalaman di rumah sakit memberikan perspektif baru bagi Sadam tentang aplikasi ilmu manajemen di dunia kerja. Namun, takdir membawanya kembali pada tempat yang pernah membesarkannya secara intelektual.
“Ketika mendapat tawaran untuk bergabung dengan OIF UMSU, saya merasa ini adalah kesempatan untuk mengembalikan apa yang telah saya terima selama kuliah,” jelas Sadam yang kini telah mengabdi selama lebih dari lima bulan sebagai sekretaris di Observatorium Ilmu Falak UMSU.
Observatorium Ilmu Falak (OIF) UMSU bukanlah lembaga biasa. Sebagai pusat penelitian dan pengembangan ilmu falak, OIF memiliki peran strategis dalam penyebaran informasi terkait penentuan waktu shalat dan arah kiblat—aspek penting dalam kehidupan beragama masyarakat Muslim.
Dalam kapasitasnya sebagai sekretaris Umum, Sadam mengemban tanggung jawab yang tidak ringan. “Untuk tugas dan tanggung jawab saya saat ini lebih ke mengatur jadwal serta mengontrol kegiatan yang akan dilaksanakan oleh OIF UMSU itu sendiri, serta seluruh surat atau dokumen itu juga tidak lepas dari tanggung jawab saya,” jelasnya.
“Untuk tantangan terbesar saya dalam memulai karir itu yaitu menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja baru dan budaya kerja baru,” tambahnya.
Yang menarik, latar belakang Sadam di bidang manajemen justru menjadi nilai tambah dalam perannya di OIF. Kemampuan organisasi dan koordinasi yang ia asah selama kuliah dan bekerja di rumah sakit kini diaplikasikan untuk mengembangkan observatorium menjadi lembaga yang lebih profesional dan terstruktur.
“Ternyata bekerja itu memerlukan kerja sama tim yang kuat, visi misi yang jelas dan sama-sama ingin maju,” ungkapnya. Sadam menekankan bahwa kerja sama tim yang solid dan visi yang jelas menjadi kunci kesuksesan OIF UMSU dalam memberikan edukasi dan layanan kepada masyarakat.
Untuk alumni yang sedang mencari pekerjaan, Sadam berpesan, “Tetap semangat dan jangan pernah takut mencoba. Bangun koneksi jaringan ke sesama alumni yang sudah bekerja.” Sementara untuk generasi mendatang, ia berharap mereka “mau banyak-banyak belajar mendapatkan skill-skill baru.”
Kisah Muhammad Sadam Andika adalah contoh nyata bagaimana pendidikan tinggi tidak hanya mempersiapkan seseorang untuk sukses secara pribadi, tetapi juga membentuk individu yang siap memberikan kontribusi bagi masyarakat dan institusi yang telah mendidiknya.
Keputusannya untuk kembali dan mengabdi di UMSU melalui Observatorium Ilmu Falak mencerminkan filosofi kebermanfaatan ilmu—pengetahuan yang didapat tidak hanya disimpan untuk diri sendiri, tetapi juga dibagikan untuk kebaikan bersama.
Melalui dedikasi dan semangat pengabdian yang tinggi, Muhammad Sadam Andika membuktikan bahwa “kembali untuk berkontribusi” adalah pilihan yang membahagiakan dan bermakna—sebuah teladan bagi alumni UMSU lainnya untuk turut serta memberikan yang terbaik bagi almamater dan masyarakat luas.
Oleh: F.Adn
