• Emailtemu@pjk-umsu.ac.id
  • AddressJl. Ampera Raya Gedung G Lt. 1 Medan - Kampus Utama UMSU
  • Open Hours9.00 - 16.00
  • Emailtemu@pjk-umsu.ac.id
  • AddressJl. Ampera Raya Gedung G Lt. 1 Medan - Kampus Utama UMSU
  • Open Hours9.00 - 16.00

Agar Siap Kerja, Mahasiswa Konstruksi di UMSU Ikut Uji Sertifikasi Profesional

Medan – Dunia kerja sekarang makin pilih-pilih. Nggak cukup cuma punya ijazah, mereka juga minta bukti nyata kalau kamu benar-benar kompeten. Makanya, perguruan tinggi sekarang nggak cuma ngasih teori di kelas, tapi juga harus siapin mahasiswa biar punya sertifikasi yang diakui industri.
Dari kebutuhan itulah, Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) lewat Fakultas Teknik-nya ngadain kegiatan Pemberian Kompetensi Tambahan (PKT) dan Uji Kompetensi SDM Vokasional bidang konstruksi. Kegiatan ini khusus buat tenaga kerja konstruksi klasifikasi ahli jenjang 7 dan terampil jenjang 6. Acara yang berlangsung 24–28 Februari 2026 di auditorium kampus ini kerja sama dengan Balai Jasa Konstruksi Wilayah I Banda Aceh.
Total ada 285 peserta yang ikut. Rinciannya: 111 peserta jenjang terampil dan 174 peserta jenjang ahli muda. Pesertanya nggak cuma dari UMSU lho, tapi juga dari berbagai kampus lain di Sumatera, kayak USU, Universitas Negeri Medan, Politeknik Negeri Medan, dan Universitas Prima Indonesia. Bahkan ada juga peserta daring dari Universitas Teuku Umar. Ramai banget, tandanya kebutuhan sertifikasi konstruksi ini memang tinggi banget.
Wakil Rektor I UMSU dalam sambutannya bilang, kompetensi itu penting, tapi harus diimbangi dengan integritas. “Pemberian kompetensi ini harus diimbangi dengan integritas. Kompetensi adalah sesuatu yang sangat sekarang ini diperlukan,” tegasnya. Intinya, sertifikasi ini bukan cuma sekadar pengakuan, tapi juga bentuk tanggung jawab profesional, apalagi di bidang konstruksi yang langsung menyangkut kualitas bangunan dan keselamatan kerja.
Kepala Balai Jasa Konstruksi Wilayah I Banda Aceh, Ir. Indra Suhada, juga ngejelasin kalau program ini adalah amanat dari peraturan nasional buat nguatin SDM jasa konstruksi. “Penyelenggaraan kita pada hari ini adalah amanat dari Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi,” ujarnya.
Dengan kegiatan ini, peserta nggak cuma dapet pelatihan tambahan, tapi juga pengalaman langsung menghadapi standar profesi di dunia nyata. Sertifikasi yang didapat nantinya diharapkan jadi nilai jual tambahan buat lulusan saat mau masuk ke sektor konstruksi yang makin kompetitif.
Kegiatan ini juga menunjukkan kalau kampus sekarang mulai ambil peran aktif jadi jembatan antara kebutuhan akademik dan tuntutan industri. Di tengah perubahan dunia kerja, punya teori aja nggak cukup. Sertifikasi kompetensi jadi pelengkap yang wajib. Pada akhirnya, kesiapan lulusan itu dibangun nggak cuma dari apa yang dipelajari di bangku kuliah, tapi juga dari seberapa jauh mereka bisa membuktikan kemampuannya di depan standar profesi yang nyata.