CDAC UMSU DAN AIK (Perannya dalam Menyiapkan Karier Mahasiswa; Part III)
Oleh: Faisal Amri Al Azhari, S.Th.I., M.Ag (Kepala Urusan Bimbingan Karir CDAC UMSU, Dosen AIK UMSU)
Komitemen CDAC UMSU dalam Memajukan Perguruan Tinggi Sesuai AIK
Pendidikan AIK menjadi ruh/spirit dan visi bagi mata kuliah lain, bukan semata-mata berdiri sendiri secara terpisah sebagai salah satu mata kuliah. Sifat kurikulum AIK yang terpisah (separeted) perlu direkostruksi menjadi integrated, yaitu memiliki sifat integratif interkonektif dengan mata kuliah lain dan persoalan kehidupan.
Nilai AIK dikembangkan sebagai virus yang meresapi seluruh bidang studi. Tujuan pendidikan AIK untuk membentuk insan berkarakter dan insan terpelajar yang diharapkan memiliki integritas dan kesadaran etis. Dalam Al-Qur’an surat al-Qashash ayat 77 Allah berfirman yang artinya: “…dan berbuat baiklah sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu…” .
Bagi insan terpelajar, beramal shaleh baik yang bersifat ritual maupun sosial seharusnya tidak didasarkan pada faktor dari luar dirinya (ganjaran dan ancaman), melainkan sebagai bentuk panggilan etis, beramal shaleh sebagai manifestasi rasa terima kasih kepada Allah dan sesama. Pendidikan AIK untuk membentuk manusia berkemajuan, berjiwa pengasih, dan penuh kasih kepada sesama –philantropis– (Majelis Dikti, 2019).
Komitmen CDAC UMSU tidak hanya untuk mamajukan dunia pendidikan sebagai nilai Kemuhammadiyahan yang tersabut dalam ART Muhammadiyah Pasal 3 ayat 7 tentang “Usaha Muhammadiyah”, yaitu Memajukan dan memperbaharui pendidikan dan kebudayaan, mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni, serta meningkatkan penelitian” (PP Muhammadiyah, 2020).
Tetapi juga berkomitmen mendukung penuh mensinergikan materi AIK dari Universitas yaitu Mata Kuliah “Ibadah dan Muamalah” bagi seluruh mahasiswa wajib mengikuti kuliah ini yang dijelaskan bagaimana Muamalah dalam Islam termasuk urusan bekerja, karir, dan mencari harta serta jabatan.
Tidak hanya nilai dan pesan AIK yang dipelajari oleh mahasiswa di kelas tentang AIK selama empat semester, yaitu semester 1 (AIK I: Pendidikan Agama), semester 2 (AIK II: Ibadah dan Muamalah), semester 3 (AIK III: Kemuhammadiyahan), dan semseter 4 (AIK IV: Islam dan Iptek), tetapi CDAC menguatkan nilai AIK II dan AIK III itu dengan menyiapakan Bimbingan Karier. Bahkan semenjak mahasiswa baru CDAC menyiapkan materi pembekalan perencanaan karier. Jugaterus mengikuti perkembangan alumni dengan terus melakukan Survei Penggula Lulusan.
Ini sesuai dengan tujuan Muhamamadiyah memajukan Kampus PTM/PTA harus memiliki ketentuan khusus tentang SDM out sourching/kerjasama dengan pihak luar dalam rangka menjaga kehormatan kampus islami (Diktilitbang PP Muhammadiyah, 2020).
Dari ini, CDAC UMSU melakukan melakukan banyak kerajsama dengan pihak luar dengan melakukan Survei Pengguna Lulusan (SPL) berbagai tempat dan perusahaan. Setiap kali melakukan SPL selalu memasukkan peniliaan survei nilai Al-Islam seperti Integritas (Amanah), Etika dan Moral (Akhlak), Keahlian di bidang ilmu, Profesionalisme. Sedangkan nilai Kemuhammadiyahan seperti penggunaan teknologi informasi, kerjasama dalam tim (nilai berorganisasi), pengembangan diri. Ketiga nilai ini sangat ditekankan dalam Muhammadiyah.
Peran CDAC UMSU Menyiapkan Perencanaan Karier kepada Mahasiswa Baru
Tantangan mendidik dan membimbing mahasiswa sangatlah berat apalagi terkait kesadaran mahasiswa untuk visi dan impian masa depan mereka tidak direncanakan secara matang semenjak mereka masuk dunia kuliah atau akademik. Padahal hidup di dunia harus mempunyai visi. Tanpa visi, kita tidak akan mempunyai gairah hidup. Visi adalah suatu keadaan yang akan diwujudkan pada masa mendatang yang saat ini belum terwujud. Visi disebut juga sebagai impian, tujuan, atau cita-cita. Visi merupakan kunci pertama menuju kesuksesan. Semakin jelas dan detail impian seseorang maka semakin mudah meraihnya. Kita tidak bisa mencapai sasaran yang tidak jelas. Sayangnya, banyak orang tidak menyadari apa yang benar-benar mereka impikan. Mayoritas orang yang diwakili kira-kira 60% populasi mempunyai impian yang samar-samar. Kehidupan mereka seperti layaknya rata-rata orang pada populasi tersebut Sekitar 10% orang mempunyai impian yang jelas dalam pikiran mereka, hidupnya tiga kali lebih sukses daripada kebanyakan orang. Hanya sekitar 3% yang tahu persis apa yang mereka impikan, terperinci dan divisualisasikan, serta tertulis. Mereka merupakan orang-orang yang sangat sukses, jauh berlipat-lipat melampaui kebanyakan orang. Kejelasan impian harus dikenali oleh pikiran kita dengan baik dan menjadi fokus kegiatan harian. Menuliskan tujuan adalah cara memperjelas tujuan dan mempertinggi komitmen (Agus Sukaca, 2017).
Atas pemikiran inilah CDAC menyiapkan perencanaan karier kepada mahasiswa baru di BAM (Baitul Arqam Mahasiswa) dari tahun 2015 s.d. 2024 atau di tiap Fakultas untuk tahun 2025.
Kesimpulan
Peran CDAC UMSU dalam menerapkan nilai-nilai Al-Islam Kemuhammadiyahan yaitu dnegan meningkatkan kualitas mahasiswa dan alumni melalui bimbingan karir kepada mahasiswa baru, calon wisuda dan alumni, training softskill, tracer study, career development networking dan survei pengguna lulusan, UMSU Graduated Day, Fertival Karier, temu alumni, taushiyah karier di majalah dan medsos, serta kuliah agama singkat (kultum) dalam setiap kegiatan CDAC. Ini semua sesuai dengan nilai-nilai AIK di PTMA. CDAC UMSU tidak hanya melaksanakan rutinitas program kerja sebagai lembaga karier tetapi terus meningkatkan, berkolaborasi dengan lembaga AIK BIM UMSU, serta menjalankan program dengan memasukan nilai-nilai Al-Islam di momen kegiatan, program, dengan adanya Kultum saat pembukaan acara. Juga taushiyah karier disebarkan di Medsos CDAC UMSU dalam betuk tulisan, quote, dan majalah temu alumni.
