• Emailtemu@pjk-umsu.ac.id
  • AddressJl. Ampera Raya Gedung G Lt. 1 Medan - Kampus Utama UMSU
  • Open Hours9.00 - 16.00
  • Emailtemu@pjk-umsu.ac.id
  • AddressJl. Ampera Raya Gedung G Lt. 1 Medan - Kampus Utama UMSU
  • Open Hours9.00 - 16.00

KETIKA PINTU DITUTUP PANDEMI, BUKA PINTU LAIN

Tahun 2020 adalah tahun yang tidak terlupakan bagi Nurul Aprilyani Sagala pemilik akun instagram @nurulaprilyanis. Sebagai alumni Akuntansi UMSU angkatan 2016, wisuda yang seharusnya menjadi momen kebahagiaan berubah menjadi momen yang penuh ketidakpastian. “Saya adalah perdana wisuda pakai wajib masker di UMSU,” kenangnya. Pandemi COVID-19 tidak hanya mengubah cara wisuda, tetapi juga menutup banyak peluang kerja.

Setelah wisuda, Nurul mencoba mencari pekerjaan seperti alumni lainnya. Namun, situasi pandemi membuat segalanya berbeda. “Situasi covid yang membuat peluang untuk kerja sekamin sedikit. Untuk mencari kerja di luar kota terbatas karena covid,” tuturnya. Pergerakan yang terbatas, lowongan kerja yang minim, dan ketidakpastian ekonomi menjadi tantangan nyata bagi fresh graduate seperti Nurul.

Banyak alumni lain yang mungkin putus asa. Tetapi Nurul memilih strategi berbeda. Daripada terus menunggu pintu kerja yang tertutup, dia memutuskan untuk mencoba membuka pintu lain dengan melanjutkan pendidikan ke jenjang S2.

Nurul mendaftar di Pascasarjana UMSU dengan jurusan yang relevan dengan latar belakangnya di Akuntansi. Keputusan ini bukan keputusan yang mudah, tetapi merupakan kalkulasi yang matang. “Akhirnya memilih untuk kembali kuliah. Karena perkuliahannya waktu itu masi online sambil kuliah sambil mencari kerja,” jelasnya.

Strategi ini sangat cerdas. Di satu sisi, Nurul terus mengembangkan diri dan meningkatkan kualifikasi akademik. Di sisi lain, dia tetap aktif mencari pekerjaan tanpa harus berhenti kuliah. Dengan perkuliahan online saat itu, kombinasi ini menjadi mungkin dilakukan.

“Selain yang pertama untuk membanggakan orang tua, juga untuk menambah wawasan dan kehidupan bersosial,” tambahnya tentang motivasi melanjutkan S2.

Kerja keras Nurul tidak sia-sia. “Alhamdulillahnya keterima kerja di PT BPR di bulan April tahun 2022,” ungkapnya dengan lega. Setelah hampir dua tahun berjuang sejak lulus, Nurul akhirnya bisa mendapatkan pekerjaan sebagai Teller di PT. Bank Perekonomian Rakyat Karya Parhuta, sebuah bank daerah.

Berdasarkan keberuntungan ini juga ada koneksi yang baik Direktur Utama di PT BPR ternyata adalah mantan dosen UMSU. Ini menunjukkan betapa pentingnya membangun hubungan baik dengan dosen dan institusi pendidikan.

Pekerjaan Nurul di bank daerah bukan hanya tentang gaji atau gelar. “Membangun daerah dan SDM daerah lewat produk-produk jasa yang diberikan,” itulah yang membuatnya bangga. Sebagai Teller, Nurul melayani transaksi keuangan nasabah dan menjamin keamanan dana serta data mereka ini merupakan tanggung jawab yang serius.

“Karena saya bekerja dengan produk jasa, tantangan terbesar adalah harus mempertahankan kepercayaan nasabah terhadap produk yang kita tawarkan,” jelasnya tentang tantangan pekerjaannya. Ini adalah pelajaran penting—pekerjaan di bidang keuangan adalah tentang membangun dan mempertahankan kepercayaan.

Nurul tidak berhenti pada pencapaian mendapatkan pekerjaan. Dia terus mengembangkan diri dengan mengikuti berbagai pelatihan, baik dari perusahaan maupun dari luar. “Mengikuti pelatihan yang ada baik dari perusahaan atau pun luar perusahaan. Atau dengan sekolah lagi,” katanya tentang cara dia terus belajar.

Skill yang paling penting baginya adalah kemampuan berkomunikasi yang baik dan ketelitian. Dua hal yang sangat krusial dalam pekerjaan di perbankan yang berhubungan dengan angka dan dana.

Nurul punya pesan kuat untuk mahasiswa dan alumni UMSU yang sedang menghadapi tantangan serupa, “Tetap semangat dengan banyaknya kendala. Berusaha dan terus belajar atas pengembangan diri.”

Ketika ditanya tentang definisi sukses, Nurul menjawab sukses menurutnya “Dapatnya kita memperoleh tujuan yang sudah kita rencanakan dan kita usahakan sebelumnya.”

Bagi Nurul, sukses adalah hasil dari perencanaan dan usaha yang konsisten. Bukan keberuntungan semata, tetapi buah dari strategi, kerja keras, dan adaptasi terhadap situasi yang berubah-ubah.

Kisah Nurul Aprilyani Sagala adalah bukti nyata bahwa ketika satu pintu tertutup, bisa saja ada pintu lain yang terbuka lebih lebar. Yang penting adalah keberanian untuk mencoba, ketegaran untuk terus belajar, dan kemauan untuk tidak menyerah. Pandemi mungkin telah menutup banyak peluang, tetapi Nurul justru mengubahnya menjadi momentum untuk mengembangkan diri dan akhirnya meraih keberhasilan yang lebih bermakna.

 

Oleh: Fizna Adn