PULANG KAMPUNG DARI PERANTAUAN BUKAN KEGAGALAN, INI BUKTINYA
Banyak perantau menganggap pulang kampung sebagai tanda kegagalan. Tony Dwi Suprada, alumni Ilmu Komunikasi UMSU 2023, membuktikan sebaliknya—keputusan pulang kampung justru jadi awal dari segalanya.
“Setelah lulus saya masih memilih menetap di Medan dengan harapan dapat pekerjaan di kota yang sangat amat saya cintai ini,” kenang Tony. Medan adalah tempat di mana ia bertumbuh dan belajar kerasnya hidup. Ia mencari pekerjaan melalui Jobstreet, LinkedIn, dan berbagai info loker lainnya.
Satu bulan berlalu. Dua bulan berlalu. Tidak ada hasil. Di tengah keputusasaan itu, Tony membulatkan tekad untuk kembali ke kampung halamannya di Serbalawan, Dolok Batu Nanggar, Simalungun. Di sinilah cerita sesungguhnya dimulai.
Dengan gelar S1 dan pengalaman di Medan, Tony membangun bisnis FnB bernama Waroeng Ummi Atik. “Alhamdulillah dengan segala pengetahuan saya tentang design maupun mengulik makanan-makanan nusantara serta western, saya bisa membangun kembali serta mengembangkan usaha hingga lebih besar sampai saat ini.”
Tony sebenarnya sudah pernah mencoba bisnis coffee shop tahun 2021, namun harus berhenti karena kuliah tatap muka dimulai. Setelah lulus, ia bangkit lagi dengan lebih matang.
Setahun menjalankan bisnis, pertengahan tahun 2024, Tony mendapat kabar bahwa ia lolos psikotes PTPN IV di Medan. Proses seleksi memakan waktu hampir setahun—dari psikotes hingga wawancara. “Alhamdulillah kabar muncul di akhir bulan puasa, saya bergabung di PTPN IV setelah lebaran.”
Kini Tony bekerja sebagai Krani Gudang di Kebun Dolok Ilir, mengontrol keluar masuk barang mulai dari pupuk, bahan kimia, BBM, hingga bahan bangunan. Yang luar biasa? Ia tetap menjalankan Waroeng Ummi Atik sambil bekerja penuh waktu.
“Untuk tantangan adalah memulai. Sering kali manusia takut adalah untuk memulai, selebihnya trabas aja di depan karena penghalang itu dapat dilewati namun memulai itu yang sulit untuk dijalani,” tegas Tony.
Kemampuannya dalam design dan keingintahuannya yang besar membuat ia terus mengulik dan belajar. “Saya orangnya mudah penasaran jadi saya terus menerus mengulik sesuatu hingga saya dapat memahami yang saya pelajari.”
“Mental di luar sana tiap tahun ribuan orang menjadi fresh graduate. Jangan malu untuk memulai, rintangan bukan halangan, memulai adalah kunci,” pesan Tony untuk fresh graduate yang masih ragu.
Ia juga mengingatkan bahwa jurusan tidak menentukan jalan hidup. “Saya jurusan Ilmu Komunikasi namun jauh sebenarnya ke bisnis FnB. Jadi harus banyak belajar dan mengulik berbagai macam hal.”
Bagi Tony, sukses bukan hanya soal harta. “Sukses bukan hanya harta, namun keluarga adalah segalanya.”
Kisah Tony membuktikan bahwa pulang kampung dari perantauan bukan tanda kegagalan. Justru keputusan itu bisa jadi awal kesuksesan yang lebih bermakna. Kini dengan dua sumber pendapatan—dari PTPN IV dan Waroeng Ummi Atik yang bisa dihubungi via Instagram @tonyyy.dwi—Tony terus membangun impiannya, termasuk membuka coffee shop yang selama ini ia dambakan.
Yang terpenting? Berani memulai.
Oleh : Fizna Adn
