• Emailtemu@pjk-umsu.ac.id
  • AddressJl. Ampera Raya Gedung G Lt. 1 Medan - Kampus Utama UMSU
  • Open Hours9.00 - 16.00
  • Emailtemu@pjk-umsu.ac.id
  • AddressJl. Ampera Raya Gedung G Lt. 1 Medan - Kampus Utama UMSU
  • Open Hours9.00 - 16.00

BULAN BIMBINGAN KARIR 2026,
UMSU Talenta Career Ready Siap Hadapi Dunia Kerja

Career Development and Alumni Center (CDAC) UMSU meluncurkan program “Bulan Bimbingan Karir 2026” dengan tema “UMSU Talent Career Ready: Adaptif, Inovatif, dan Berdaya Saing Global”. Program selama sebulan ini dirancang khusus agar calon wisudawan dan wisudawan UMSU yang akan wisuda tidak hanya memiliki gelar, tetapi juga kesiapan mental dan persiapan skill untuk bersaing di dunia kerja yang semakin kompetitif. 

Persiapan karir sejati tidak dimulai setelah lulus, melainkan jauh sebelum itu. Dengan pemahaman ini, CDAC merancang program yang komprehensif dan menjangkau semua mahasiswa tingkat akhir dari berbagai bidang ilmu. Program ini menjadi platform bagi mahasiswa untuk merencanakan dan mempersiapkan jenjang karir mereka dengan lebih matang dan terarah. 

Pembukaan resmi dilaksanakan 7 Mei 2026 di Auditorium UMSU oleh Wakil Rektor 3, Assoc. Prof. Dr. Rudianto, M.Si. Momentum pembukaan ini menjadi simbol komitmen UMSU dalam mempersiapkan mahasiswa bukan hanya sebagai akademisi, tetapi juga sebagai profesional yang siap terjun ke dunia kerja. 

Setelah pembukaan, CDAC melakukan kunjungan intensif ke berbagai fakultas. Kunjungan dimulai dari Fakultas Ekonomi & Bisnis, dilanjutkan Fakultas Ilmu Komputer & Teknologi Informasi, kemudian Fakultas Pertanian pada, Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik, Fakultas Hukum, sampai Fakultas Kedokteran & Ilmu Kesehatan, Fakultas Agama Islam pada, dan diakhiri dengan Fakultas Teknik.  

Dari kunjungan ke delapan fakultas tersebut, beberapa fakultas mencuri perhatian. Keunikan program ini terletak pada kehadiran alumni sukses yang menjadi narasumber kedua setelah Tim CDAC. Mereka bukanlah pembicara formal yang hanya berbagi teori, tetapi praktisi nyata yang telah menghadapi tantangan dan kesuksesan di dunia kerja. Kehadiran mereka membuat diskusi menjadi lebih relatable dan penuh dengan wawasan praktis yang tidak bisa didapat dari bangku kuliah. 

Di Fakultas Ekonomi & Bisnis, Ahmad Riski Albar, S.E., M.Si. dari PT Kimia Farma hadir sebagai narasumber. Sebagai alumni yang telah berkembang di industri farmasi, Riski memahami apa yang dibutuhkan oleh lulusan FEB untuk sukses di industri yang kompetitif. “Lulusan UMSU harus memahami bahwa dunia kerja bukan hanya tentang teori, tetapi bagaimana menerapkan ilmu dalam situasi yang dinamis dan kompetitif. Adaptabilitas adalah kunci,” ujar Riski dalam salah satu sesi. 

Pengalaman Riski menunjukkan bahwa masuk ke perusahaan besar seperti Kimia Farma memerlukan persiapan yang matang mulai dari pemahaman industri, networking, hingga soft skills yang kuat. Sesi dengannya memberi gambaran konkret tentang apa yang diharapkan industri.  

Sementara itu, di Fakultas Pertanian, dua narasumber hadir secara bersamaan untuk memberikan perspektif yang lebih luas dan konkret tentang tantangan nyata bekerja di industri perkebunan. Dedi Yanto Syaputra, S.P. dari PT PP Landon Sumatera Indonesia yang berposisi sebagai Estate Manager, membagikan pengalaman mengelola perkebunan besar di lokasi yang terpencil. 

“Saya akan jujur, tantangan terbesar di industri ini bukan hanya tentang ilmu pertanian, tetapi bagaimana Anda bisa komitmen bekerja di tempat yang jauh dari kota, jauh dari keluarga, jauh dari fasilitas modern. Banyak anak muda yang datang dengan semangat, tetapi setelah beberapa bulan mereka lari karena tidak tahan dengan lingkungan,” ujar Dedi dengan tulus. “Jadi persiapan mental dan komitmen jangka panjang adalah yang paling penting. Kalau Anda bisa bertahan dan fokus pada pekerjaan, kesempatan untuk naik jabatan dan gaji itu sangat besar.” 

Tidak hanya itu, Hadi Suprayetno, S.P. dari PT ALL Cosmos Indonesia sebagai Marketing Agronomi yang seolah menjawab oermasalah yang marak terjadi itu, jalan keluar selain bekerja di lapangan perkebunan yang terpencil. Posisi divisi marketing, agronomi, quality control juga membutuhkan orang-orang dari latar belakang pertanian, dan posisi ini bisa di kota atau lokasi yang lebih strategis. 

Kehadiran dua narasumber dari Faperta memberikan gambaran realistis kepada mahasiswa tentang industri perkebunan modern. Mereka tidak hanya menjual mimpi, tetapi juga membicarakan tantangan nyata dan bagaimana mengatasinya. Ini penting agar mahasiswa yang akan memasuki industri sudah mental dan siap menghadapi kenyataan, bukan malah kecewa dan resign setelah beberapa bulan bekerja. 

Di Fakultas Kedokteran & Ilmu Kesehatan, Dr. Lia Mutia Annisa, M.Ked, Sp. hadir sebagai narasumber yang mewakili profesi kesehatan spesialistik. Selain menceritakan perjalanannya mencapai spesialisasi, Lia juga menekankan hal penting yang sering terlewatkan mahasiswa FK. 

“Banyak mahasiswa FK yang pikir setelah lulus hanya ada dua pilihan praktik sebagai dokter umum atau melanjutkan spesialisasi untuk menjadi dokter spesialis di rumah sakit atau klinik. Padahal itu tidak sepenuhnya benar,” ujar Lia. “Lulusan FK bisa bekerja di berbagai bidang seperti di industri farmasi sebagai medical representative atau medical advisor, bekerja di organisasi kesehatan internasional, menjadi dokter perusahaan, bekerja di departemen kesehatan pemerintah, melakukan riset medis, bahkan bisa menjadi konsultan kesehatan untuk perusahaan-perusahaan besar.” 

Kehadiran Lia menginspirasi mahasiswa FK bahwa perjalanan di bidang medis tidak hanya sebuah jalur yang sudah ditentukan, tetapi penuh dengan pilihan dan peluang yang beragam sesuai dengan minat dan passion mereka. 

 

Di Fakultas Teknik, cerita yang benar-benar unik datang dari Muhammad Ridwan Aswadi, S.T., seorang pengusaha muda Medan yang merupakan lulusan Teknik UMSU. Berbeda dengan narasumber lain yang memilih jalur karir yang sejalan dengan jurusannya. Ridwan memilih untuk berbeda, ia membangun bisnisnya sendiri. 

“Menjadi engineer atau bekerja di perusahaan adalah pilihan yang aman dan stabil, tetapi kalau Anda punya ide dan passion yang kuat, tidak ada salahnya untuk mencoba meski berbedan dari jurusan. Yang penting adalah keberanian dan belajar dari setiap kegagalan,” ujar Ridwan dengan percaya diri. Pengalamannya menunjukkan bahwa lulusan teknik memiliki fleksibilitas karir yang tinggi. 

Kehadiran Ridwan menambah dimensi penting dalam program—bahwa lulusan UMSU tidak harus mengikuti jalur karir yang sudah “baku” dan tersusun, tetapi bisa menciptakan jalan sendiri sesuai dengan passion, visi, dan kemampuan mereka. 

Program ini ditujukan untuk calon wisudawan yang akan memasuki dunia kerja, maupun wisudawan yang sudah lulus namun belum memiliki rencana karir yang jelas. Tim CDAC memberikan panduan tentang pilihan karir, pengembangan skill, dan strategi memasuki industri sesuai bidang studi. 

Dengan melibatkan alumni sukses, UMSU memastikan bahwa lulusan tidak hanya memiliki pengetahuan akademis, tetapi juga wawasan praktis tentang apa yang benar-benar dibutuhkan di dunia kerja. Harapannya, mahasiswa UMSU yang lulus dapat bersaing dengan percaya diri dan memiliki daya saing global yang kuat. 

 

Oleh: Fizna Adn