• Emailtemu@pjk-umsu.ac.id
  • AddressJl. Ampera Raya Gedung G Lt. 1 Medan - Kampus Utama UMSU
  • Open Hours9.00 - 16.00
  • Emailtemu@pjk-umsu.ac.id
  • AddressJl. Ampera Raya Gedung G Lt. 1 Medan - Kampus Utama UMSU
  • Open Hours9.00 - 16.00

MOMEN WISUDA UMSU DENGAN 2.440 WISUDAWAN: KETIKA TOLERANSI, PRESTASI, DAN AIR MATA

Selama tiga hari—23 hingga 25 Juni 2026—Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) merayakan momen wisuda yang penuh makna. Dengan 2.440 wisudawan dalam gelombang pertama tahun ini, upacara ini menjadi lebih dari sekadar penganugerahan gelar. Ini adalah perayaan toleransi, pencapaian internasional, dan pengakuan atas perjuangan yang tidak pernah terucapkan.

Salah satu momen yang paling menyentuh adalah ketika Gabriel Lydia Hotmadia Sianturi, seorang wisudawati Kristen, menerima ijazahnya di tengah-tengah mayoritas mahasiswa Muslim. Gabriel merasakan langsung spirit “Rahmatan Lil Alamin”—berkah untuk seluruh alam—yang menjadi filosofi UMSU.
“Di sini saya tidak pernah merasa dibedakan. UMSU benar-benar menghidupkan nilai toleransi,” ungkap Gabriel. Momen di panggung wisuda ini menggambarkan bahwa UMSU bukan hanya institusi pendidikan, tetapi juga tempat di mana nilai-nilai kemanusiaan universal diterapkan secara nyata. Tidak ada diskriminasi, hanya semangat persaudaraan dalam keberagaman.
Kehadiran Gabriel di antara wisudawan lainnya menjadi simbol bahwa UMSU terbuka untuk semua orang, terlepas dari latar belakang agama atau budaya mereka.

Acara wisuda ini juga menjadi momen untuk merayakan pencapaian UMSU di tingkat internasional. Dari 2.440 wisudawan tersebut, 71 mahasiswa asing telah menyelesaikan studi mereka di UMSU. Angka ini menunjukkan kepercayaan global terhadap institusi ini—UMSU telah menerima pendaftaran dari 1.200 calon mahasiswa asing dari 51 negara untuk tahun akademik mendatang.
Prestasi ini bukan kebetulan. Pada 2026, UMSU telah meraih 17 penghargaan dan sertifikasi internasional, termasuk prestasi sebagai kampus Islam terbaik di dunia versi UniRank. Para wisudawan UMSU tidak hanya siap untuk pasar kerja lokal, tetapi juga untuk persaingan global.
Anggita Sari Rangkuti, salah satu finalis pemilihan mahasiswa prestasi nasional, mewakili generasi wisudawan UMSU yang tidak hanya akademis, tetapi juga aktif berkontribusi pada masyarakat. Kehadirannya di panggung wisuda menunjukkan bahwa UMSU konsisten menghasilkan talenta-talenta terbaik.

Namun, momen paling menyentuh dalam acara wisuda adalah ketika Ketua PWM (Pimpinan Wilayah Muhammadiyah) Sumatera Utara mengungkapkan perasaannya. “Saya selalu menangis di wisuda,” katanya dengan suara yang bergetar. Tangisan yang mewakili perjuangan orangtua selama bertahun-tahun.
Di balik setiap wisudawan yang berdiri di panggung, ada cerita perjuangan orangtua. Ada pengorbanan, ada impian yang tidak pernah terucapkan, ada harapan yang diletakkan di bahu anak-anak mereka. Ketua PWM menyadari hal ini dengan mendalam—itulah mengapa setiap wisuda selalu membuatnya menangis.
Momen wisuda dengan 2.440 wisudawan UMSU periode pertama 2026 bukan hanya perayaan pencapaian akademis. Ini adalah perayaan toleransi yang hidup, prestasi yang terukur secara internasional, dan pengakuan terhadap perjuangan yang tidak pernah dihargai dengan uang.
Setiap wisudawan dan wisudawati yang meninggalkan panggung wisuda UMSU membawa lebih dari sekadar ijazah. Mereka membawa nilai-nilai yang tertanam selama bertahun-tahun belajar—nilai toleransi dari Gabriel yang menikmati semangat “Rahmatan Lil Alamin”, nilai prestasi dari wisudawan-wisudawati yang siap bersaing di tingkat global, dan nilai perjuangan yang diwariskan dari orangtua-orangtua mereka yang telah mengorbankan banyak hal.
Itulah kesuksesan sejati UMSU—bukan hanya menghasilkan wisudawan berkualitas, tetapi menghasilkan manusia-manusia yang memahami nilai-nilai kemanusiaan, siap menghadapi tantangan dunia, dan tidak pernah lupa dengan pengorbanan yang telah diberikan orangtua mereka.