Novriansyah Winarto Gengsi Bukan Penghalang Melangkah
Setelah lulus dari Fakultas Hukum UMSU, Novriansyah Winarto sempat bekerja sebagai pengarsip data di sebuah perusahaan gas negara di kawasan Glugur, Medan. Kontraknya satu tahun. Namun ia tidak berhenti di situ. Sebelum kontrak habis, ia mencoba peruntungan lain dan mendaftar Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI).
Usahanya membuahkan hasil. Ia lulus seleksi dan menjalani pelatihan selama tiga bulan di Rindam I/Bukit Barisan, Siantar. Setelah itu, ia magang selama dua bulan di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), lalu menunggu penempatan sebagai Koordinator SPPG, atau KASPPG. Selang tiga bulan setelah menjadi KASPPG, ia mengikuti tes P3K yang diselenggarakan Badan Gizi Nasional (BGN) dan dinyatakan lulus.
“Setelah menjadi KASPPG, saya memegang dapur selama kurang lebih satu tahun. Lalu saya diamanahkan menjadi koordinator kecamatan di Pahae Jae sekaligus tetap menjadi KASPPG sampai saat ini,” tuturnya.
Tugas utamanya adalah memimpin dan mengawasi SPPG, sekaligus memastikan anak-anak, ibu hamil, dan ibu menyusui terpenuhi gizinya. Di tengah tugas itu, penempatan yang tidak sesuai dengan domisili menjadi salah satu tantangan yang harus ia hadapi.
Kerja kerasnya berbuah pengakuan. SPPG yang ia pimpin meraih penghargaan sebagai SPPG terbaik se-Tapanuli Utara. Pencapaian itu, menurutnya, menjadi kebanggaan tersendiri dalam profesinya saat ini.
Saat kuliah, Novriansyah aktif di IMM Hukum dan pernah menjabat Sekretaris Jenderal. “Itu menjadi wadah saya menambah wawasan dan public speaking,” katanya. Ia menilai kemampuan publik speaking, manajemen keuangan dan perencanaan, serta kompetensi manajerial sebagai bekal penting dalam pekerjaannya. Menurutnya, memiliki kombinasi ketegasan manajerial, kepatuhan hukum yang ketat, dan kemampuan koordinasi lapangan yang cepat menjadi kekuatan dalam memimpin.
Kepada fresh graduate, Novriansyah berpesan agar terus mencari peluang untuk sukses dan tidak gengsi dalam memilih pekerjaan. “Cari peluang untuk sukses, hilang gengsi dalam memilih pekerjaan dan cari pengalaman pekerjaan,” ujarnya. Ia juga mengajak untuk tidak mudah menyerah. “Semangat terus jangan mudah menyerah, ingat setiap langkah kita dibarengi oleh Allah SWT, doa dan ikhtiar akan menjadi senjata kita untuk sukses.”
Baginya, definisi sukses memang berbeda bagi setiap orang. “Untuk saya, sukses adalah ketika berhasil menjadi diri sendiri, berhasil meraih semua yang kamu inginkan, dan kamu merasa bahwasanya yang kamu kerjakan itu bermanfaat untuk banyak orang.”
Oleh : Fizna Addina
