• Emailtemu@pjk-umsu.ac.id
  • AddressJl. Ampera Raya Gedung G Lt. 1 Medan - Kampus Utama UMSU
  • Open Hours9.00 - 16.00
  • Emailtemu@pjk-umsu.ac.id
  • AddressJl. Ampera Raya Gedung G Lt. 1 Medan - Kampus Utama UMSU
  • Open Hours9.00 - 16.00

Long Life Learning: Belajar Seumur Hidup ala Alumni UMSU

Wisuda Bukan Akhir Belajar
Pernahkah kita merenung sejenak di tengah hiruk-pikuk rutinitas? Bahwa ijazah yang tersimpan rapi di lemari hanyalah secarik kertas izin memulai, bukan tiket final menuju garis finish. Dunia berputar cepat. Teknologi melompat. Ilmu pengetahuan berganti wajah setiap semester. Di sinilah konsepsi Long Life Learning atau belajar sepanjang hayat bukan lagi sekadar wacana inspiratif, melainkan kebutuhan absolut.
Ingatkah suasana haru saat acara wisuda, saat toga kita dikenakan? Foto bersama sahabat, dan tangis bahagia orang tua. Saat itu, banyak dari kita berpikir: “Akhirnya, selesai sudah.” Eits, jangan salah. Justru di sanalah awal sesungguhnya. Penelitian akademis menegaskan bahwa pendidikan adalah proses yang mengandung spirit untuk membawa peserta didik menuju pada sebuah harapan, dan konsep Longlife Education adalah tentang belajar terus menerus dan berkesinambungan (continuing learning) dari buaian sampai akhir hayat, sejalan dengan fase-fase perkembangan pada manusia.
Dunia kampus mengajarkan kita how to think, tetapi kehidupan akan menguji how to adapt. Alumni UMSU yang tersebar dari Medan, Aceh, Riau, hingga Jakarta dan luar negeri, pasti merasakan: ilmu ekonomi di bangku kuliah mungkin tak sepenuhnya membentengi kita dari krisis moneter. Ilmu hukum saja tak cukup menghadapi dinamika regulasi digital. Ilmu pendidikan terus bertransformasi dari papan tulis ke platform daring.
Pembelajaran Tanpa Ruang dan Waktu
Almarhum Pak Ciputra, pengusaha sekaligus filantropis, pernah berujar, “Saya lulus dari ITB, tetapi guru saya yang paling utama adalah kehidupan.” Hal yang sama kerap kita dengar dari alumni-alumni UMSU yang telah sukses sebagai profesional di industri, pengusaha skala ekspor, pimpinan sekolah, atau birokrat di pemerintahan. Mereka tak pernah berhenti berburu pengetahuan baru.
UNESCO sebagai lembaga PBB untuk pendidikan, menegaskan bahwa Sustainable Development Goal 4 (SDG 4) bertujuan untuk “ensure inclusive and equitable quality education and promote lifelong learning opportunities for all” . Komitmen global ini menunjukkan bahwa belajar sepanjang hayat adalah hak dasar yang harus diwujudkan oleh seluruh negara.
Long Life Learning di era digital ini sungguh memanjakan. Masih ingatkah kita saat kuliah dulu, harus merogoh kocek dalam untuk membeli buku teks dari toko buku di Jalan Sutomo? Kini, saudara-saudara kita yang sibuk sebagai PNS, dosen, wiraswasta, atau bahkan ibu rumah tangga, bisa mengakses webinar Harvard, membaca riset terbaru dari Stanford, atau mengikuti pelatihan artificial intelligence dari YouTube cukup dengan ponsel di tangan, selagi menemani anak belajar daring.
Fenomena ini mengingatkan kita pada semangat Taqwa yang selalu digaungkan di setiap khutbah Jumat dan pengajian UMSU. Taqwa bukan hanya soal ibadah ritual, tetapi juga kecerdasan membaca tanda-tanda zaman. Sebuah studi dalam jurnal ilmiah bahkan mengidentifikasi tiga elemen esensial dari orientasi belajar sepanjang hayat di tempat kerja: metakognisi (kesadaran akan kebutuhan belajar), regulasi diri (implementasi praktik belajar), dan adaptabilitas (kemampuan menyesuaikan diri dengan perubahan industri).
Menerapkan Long Life Learning dalam Keseharian ala UMSU
Sebagai keluarga besar UMSU yang berlandaskan nilai-nilai Islami dan keindonesiaan, bagaimana kita mengadopsi prinsip ini secara konkret? Berikut beberapa rekomendasi :
1. Jadikan 30 Menit Sehari untuk Membaca (Bukan Medsos). Imam Syafi’i berkata, “Ilmu itu adalah apa yang bermanfaat, bukan apa yang dihafal.” Konsep pendidikan seumur hidup dalam perspektif hadis menekankan bahwa belajar kapan saja bermakna kita dapat belajar tanpa batas waktu, dan setiap saat kita berada dalam proses pembelajaran.
2. Ikuti Kelas Singkat Online (Banyak yang Gratis!). CDAC UMSU melalui layanan Pasar Skills menyediakan ratusas topik pengetahuan masa depan yang bisa diikuti. UNESCO merekomendasikan perlunya kebijakan dan kerangka etika holistik yang mendukung pembelajaran sepanjang hayat yang inklusif dan berkelanjutan, terutama di era AI.
3. Konsep Tut Wuri Handayani Versi Kita. Dalam budaya Jawa dan juga pendidikan ala Muhammadiyah, ada prinsip “di depan memberi teladan, di tengah membangun kemauan, di belakang memberi dorongan”. Terapkan ini di rumah: belajar bersama anak tentang literasi digital, atau di kantor: berbagi insight baru meski Anda atasannya. 
4. Manfaatkan Podcast dan Audiobook saat Macet di jalalan. Waktu produktif kita banyak terbuang di kemacetan. Ganti lagu-lagu lama dengan podcast tentang pengembangan diri, kepemimpinan, sejarah peradaban Islam, atau keuangan syariah.
Hambatan dan Solusinya
Yang paling sering dikeluhkan alumni UMSU adalah: “Saya sibuk, Bang. Kerja, ngurus anak, ngurus organisasi masjid, capek.”
Data empiris menunjukkan bahwa meskipun manfaat pembelajaran seumur hidup sangat besar, partisipasi di dalamnya telah menurun secara substansial sejak 2010 dengan ketidaksetaraan besar dalam akses berdasarkan usia, kelompok sosial ekonomi, wilayah, dan pendidikan sebelumnya.
Solusi mikro: metode “Belajar Sambil Lalu” (learning while commuting). Saat menunggu anak les, buka artikel ilmiah. Saat break kantor, tonton video tutorial 10 menit. Akumulasi ini akan melahirkan exponential knowledge di usia 50 tahun nanti. Pilihan untuk lanjut studi perlu dipertimbangkan karena akan membuka banyak peluang. Bukankah mereka yang memiliki pengetahuan baru akan menghasilkan keunggulan yang baru pula.
Long Life Learning: Warisan dan Peluang Terbaik 
Ada satu perspektif yang sering terlupa: bahwa kebiasaan kita belajar seumur hidup adalah warisan paling berharga bagi anak-anak dan cucu kita. Bukan harta, bukan jabatan. Ketika anak melihat ayahnya (yang sudah jadi direktur) masih tekun membaca buku, maka akan tertanam dalam benak mereka: Belajar adalah ibadah sepanjang masa, bukan beban yang berakhir di wisuda.
Bahkan kebiasan belajar sepanjang hayat merupakan peluang untuk mendapatkan pekerjaan karena sering kali HRD mencari kandidat yang memiliki kemauan belajar yang tinggi. Kandidat yang seperti itu dianggap sebagai bahan bakar going concern perusahaan di masa depan.Hanya mereka memeili kemauan belajar sepanjang hayat yang akan memberikan solusi yang adaptif di sepanjang masa.
Mari Mulai Hari Ini
Keunggulan tak bisa diraih dengan modal ijazah lama. Karakter Islami sejati adalah karakter pembelajar, karena perintah pertama yang Allah turunkan adalah “Iqra!” – Bacalah!
Mari mulai esok pagi:
• Buka satu buku yang sudah berdebu di rak.
• Daftar satu kursus singkat gratis.
• Rencanakan lanjut studi ke jenjang berikutnya
• Atau sekadar bertanya pada rekan kerja tentang aplikasi baru.
Long Life Learning bukan tentang siapa yang paling cepat meraih gelar. Ia adalah tentang siapa yang paling berani terus bertransformasi. Selamat belajar seumur hidup, keluarga besar Alumni UMSU.