• Emailtemu@pjk-umsu.ac.id
  • AddressJl. Ampera Raya Gedung G Lt. 1 Medan - Kampus Utama UMSU
  • Open Hours9.00 - 16.00
  • Emailtemu@pjk-umsu.ac.id
  • AddressJl. Ampera Raya Gedung G Lt. 1 Medan - Kampus Utama UMSU
  • Open Hours9.00 - 16.00

Admiral Fahrur Rozi, Inspektur yang Belajar dari Nol

Medan – “Berani ambil risiko atau hidup seperti itu selamanya.”  Kalimat ini bukan sekadar quote motivasi yang Admiral Fahrur Rozi lempar begitu saja. Ini adalah prinsip hidup yang benar-benar dia praktikkan. Lulusan Teknik Sipil UMSU 2023 ini kini bekerja sebagai Junior Inspector di PT Surveyor Indonesia, BUMN bergengsi yang bergerak di bidang jasa survei dan inspeksi – bidang yang sama sekali bukan background pendidikannya. 

November 2023, Admiral baru saja wisuda dari UMSU. Seperti kebanyakan fresh graduate, dia langsung dapat tawaran kerja – tapi bukan di perusahaan besar. “Setelah lulus, saya langsung ditawarin bekerja pada sebuah perusahaan kecil di tempat tinggal saya di Kabupaten Karimun,” cerita Admiral. Dia bekerja di sana dari Desember 2023 hingga Mei 2024. 

Lima bulan kemudian, Mei 2024, Admiral melihat PT Surveyor Indonesia membuka lowongan sebagai Junior Inspector. Tanpa pikir panjang, dia melamar. “Saya berani ambil risiko. Worst case scenario ditolak, tapi kalau diterima? Kesempatan emas,” ujarnya.Tahap demi tahap seleksi dia lewati – dari screening CV, tes tertulis, interview, hingga assessment. Akhir Mei 2024, Admiral resmi diterima untuk program training selama 3 bulan. Agustus 2024, dia diangkat menjadi karyawan tetap. 

PT Surveyor Indonesia adalah anak usaha PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero) yang bergerak di bidang jasa testing, inspeksi, sertifikasi dan konsultasi. Sejak 2021, perusahaan ini menjadi bagian dari holding BUMN jasa survei bernama IDSurvey, bersama dengan PT Sucofindo dan PT BKI. Dengan kantor cabang di 22 negara, PT Surveyor Indonesia melayani klien dari pemerintah hingga perusahaan swasta multinasional di berbagai sektor, minyak dan gas, mineral, infrastruktur, lingkungan, dan pertanian.  

Admiral, lulusan Teknik Sipil yang melamar posisi di bidang yang sama sekali bukan backgroundnya, berhasil menembus seleksi ketat mulai screening CV, tes tertulis, wawancara HRD, wawancara user, hingga psikotes. Ribuan pelamar bersaing untuk puluhan posisi. 

“Tantangan terbesar saya yakni dimana saya harus cepat beradaptasi dengan pekerjaan ini, yang sama sekali bukan basic pendidikan saya,” ungkap Admiral. Sebagai Junior Inspector, tanggung jawabnya cukup berat. Dia harus mengawasi proses pemuatan material tambang mineral dan batubara ke dalam tongkang atau vessel, melakukan verifikasi cargo sesuai regulasi Menteri Perdagangan, melakukan analisa sampling dan preparasi terhadap mineral dan batubara, serta melakukan initial dan final draught survey beserta perhitungannya. 

Semua tugas ini asing buat lulusan Teknik Sipil. “Di kuliah nggak pernah belajar tentang mineral, batubara, sampling, atau draught survey. Semua harus dipelajari dari nol,” katanya. Tapi Admiral mampu untuk belajar cepat. Dalam 3 bulan training, dia berhasil membuktikan bahwa sukses tidak harus linier dengan pendidikan. 

Pertanyaan yang pasti muncul, kenapa Admiral, lulusan Teknik Sipil, memilih karir di bidang survei mineral dan batubara yang jelas-jelas beda banget dari kuliahnya? 

Prinsip yang sebenarnya dia dapat dari dosen pembimbingnya di UMSU. “Ada satu dosen yang merupakan dosen pembimbing saya yang pernah berpesan, ‘Dimanapun kamu kerja, apapun pekerjaan itu selagi itu halal lakukan, karena itu akan membentuk karakter, pola pikir, dan kedewasaanmu’,” kenang Admiral. Pesan dosen itu terlintas dalam benaknya, ketika melihat lowongan di PT Surveyor Indonesia.

Ada sisi menarik dari pekerjaan Admiral. “Momen paling berkesan dimana saya dapat berkeliling Indonesia secara gratis!” katanya sambil tertawa. Sebagai inspector yang bertugas mengawasi pemuatan mineral dan batubara, Admiral sering ditugaskan ke berbagai daerah  dari Kalimantan, Sulawesi, Maluku, hingga Papua. “Saya jadi tahu tentang apa sih mineral dan batubara itu, apa saja jenisnya, bagaimana proses penambangannya. Pengalaman yang belum tentu akan saya dapatkan kalau kerja di bidang konstruksi sesuai jurusan saya,” tambahnya. 

Untuk yang masih kuliah atau baru lulus “Upgrade skill, perbanyak magang, perbanyak relasi dan minimalisirkan kegiatan-kegiatan yang tidak penting.” Skill bisa di-upgrade lewat kursus online atau sertifikasi. Magang memberi pengalaman nyata dunia kerja. Dan yang paling penting, fokus pada hal-hal yang produktif. 

Untuk fresh graduate Jangan takut melamar pekerjaan yang “nggak sesuai jurusan” kalau memang perusahaan dan posisinya menarik. Yang penting punya kemauan belajar cepat dan adaptasi. 

Untuk semua alumni UMSU “Berani ambil risiko atau hidup seperti itu selamanya.” Kalau terus di zona nyaman, nggak akan ada perubahan signifikan dalam hidup. 

Yang menarik dari Admiral adalah definisi suksesnya. “Sukses menurut saya yakni dimana ilmu dan skill saya dapat berguna dan bermanfaat bagi banyak orang, dikarenakan itu merupakan amal jariyah.” Perspektif yang mature untuk anak muda seusianya. Admiral melihat karir bukan sekadar untuk cari uang, tapi juga untuk memberi manfaat yang berkelanjutan. 

Kisah Admiral adalah bukti nyata bahwa jalur karir nggak harus lurus dan linier. Dari Teknik Sipil UMSU ke dunia survei mineral dan batubara di BUMN. Dari perusahaan kecil di Karimun ke PT Surveyor Indonesia yang beroperasi di 22 negara. Semua dimulai dari satu keputusan sederhana, berani ambil risiko. 

Jadi buat kamu yang sedang bingung mau ambil pekerjaan yang “nggak sesuai jurusan”, atau ragu melamar ke perusahaan besar karena takut nggak qualified, ingat kata-kata Admiral “Berani ambil risiko atau hidup seperti itu selamanya.” 

Follow Instagram Admiral di @admiralfahrur_ untuk tau lebih lanjut tentang perjalanan karirnya atau sekadar tanya-tanya tips masuk BUMN! 

 

Oleh : Fizna Adn